Peran Bank Sampah Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah dan Pengurangan Pencemaran Udara Berbasis Masyarakat
Keywords:
pengelolaan sampah, bank sampah, sampah rumah tangga, partisipasiAbstract
Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat menyebabkan volume sampah terus meningkat sehingga perlu pengendalian volume sampah dengan cara menjual sampah yang masih mempunyai nilai ekonomi dan memfasilitas masyarakat untuk mempermudah jual bahan sampah dengan membentuk bank sampah Kasih naimata di Kelurahan Naimata. Tujuan pembentukan bank sampah Kasih Naimata adalah sebagai wadah untuk menampung sampah yang masih mempunyai nilai ekonomi dan mengurai sampah yang dibuang ke TPSS dan TPA. Sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat ditabung dan dimanfaatkan kembali sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, menekan kebiasaan membakar sampah, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, pembentukan Bank Sampah di Kelurahan Naimata diharapkan menjadi solusi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang produktif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Metode pembentukan bank sampah dimulai dengan memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Sosialisasi tentang pembentukan bank sampah di Naimata agar masyarakat memahani dan mengerti akan tujuan pembentukan bank sampah. Agar masayarakat dapat memilah sampah yang bisa dijual kebank sampah di lakukan pelatihan pemilahan sampah, lalu dilakukan pembentukan bank sampah dengan kerjasama dengan mitra. Hasil dari pemberian edukasi dan sosialisasi pembentukan bank sampah masyarakat tergerak untuk ikut serta memilah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya dan bekerja sama dengan bank sampah dalam penyetoran sampah ke bank sampah. Masyarakat sudah tahu memilah sampah yang dijual ke bank sampah dan beberapa masyarakat sudah mulai mengantar sampah ke bank sampah. Bank sampah Kasih Naimata berhasil dibentuk dengan struktur organisasi terdiri dari ketua, wakil ketua, bendahara dan tenaga admnitrasi dan pengelola bank sampah. Sistem kerja yang sudah disepakati dengan pengelola bank sampah yaitu uang hasil penjualan dapat dicairkan pada hari-hari besar atau setiap bulannya. Melalui bank sampah pendapatan masyarakat dapat bertambah dan semangat untuk memilah sampah semakin baik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lopo Alekot: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

