Pemetaan Daerah Reseptif Vektor Malaria Desa Passi Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang

Authors

  • Johannis J.P. Sadukh
  • Oktofianus Sila
  • Isak I. Radja
  • Ety Rahmawati
  • Ferry W.F. Waangsir
  • Siprianus Singga

Keywords:

Reseptif, Pemetaan, Habitat Vektor Malaria

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular berbasis lingkungan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup bahkan kematian. Negara yang mendapat sertifikasi bebas malaria pada tahun 2025 yaitu Georgia, Suriname dan Timor-Leste. Indonesia pada tahun 2025 dilaporkan sebanyak 706.297 kasus, meningkat sekitar 30% dari tahun sebelumnya, dengan 674.046 kasus diantaranya terkonsentrasi di wilayah Tanah Papua. Selain Papua, wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan sebagian Nusa Tenggara masih menjadi daerah endemis. Seluruh Kabupaten Kota di Provinsi NTT berupaya secara berkelanjutan untuk mencapai maupun mempertahankan status bebas malaria. Kabupaten Kota telah mencapai tahap eliminasi yaitu Kota Kupang, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Manggarai Barat, Nagekeo, Belu, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara dan Sumba Tengah. Surveilans epidemiologi 1-2-5 yang baik sangat diperlukan untuk mencapai eliminasi malaria termasuk didalamnya Penyelidikan vektor dan pemetaan reseptif. Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Kupang dilaporkan Pada tahun 2025 terdapat kasus malaria di Desa Passi sebanyak 5 kasus. Berdasarkan kondisi Geografi, Desa Passi ini banyak terdapat habitat yang potensial untuk perkembangbiakan nyamuk Anopheles, seperti kobakan/genangan di sungai, mata air, cekdam, genangan dan bekas kolam ikan. Di Desa Passi juga terdapat daerah tambang emas lokal, dimana beberapa penduduk dari Desa Passi menjadikan lokasi tambang sebagai mata pencaharian mereka. Kondisi ini sangat memungkinkan terjadinya kontak antara penduduk di daerah tambang dengan Nyamuk Anopheles. Dengan demikian, kegiatan survei pemetaan reseptif vektor malaria perlu dilaksanakan di Desa Passi dengan melibatkan petugas dari Provinsi, Kabupaten dan Puskesmas serta masyarakat, untuk mengindefikasi dan mencari informasi tentang lokasi penularan malaria.

Downloads

Published

2026-06-20