Karakteristik, Pengetahuan dan Perilaku Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang

Authors

  • Byantarsih Widyaningrum Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Erika Maria Resi

Keywords:

Karakteristik, Tuberkulosis paru, Pengetahuan, Perilaku, Penderita TB

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, termasuk di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keberhasilan program pengendalian TB tidak hanya ditentukan oleh pelayanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan perilaku penderita dalam menjalani pengobatan serta mencegah penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik, pengetahuan dan perilaku penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh penderita TB paru yang menjalani pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar berada pada kelompok usia dewasa (20–45 tahun) sebanyak 67%, berjenis kelamin laki-laki (57%), memiliki tingkat pendidikan SMA dan perguruan tinggi masing-masing sebesar 40%, serta bekerja sebagai pegawai swasta (40%). Tingkat pengetahuan responden tentang TB paru sebagian besar berada pada kategori baik (57%), kategori cukup (33%), dan kategori kurang (10%). Sementara itu, perilaku penderita TB paru sebagian besar berada pada kategori baik (57%) dan kategori cukup (43%). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bakunase memiliki tingkat pengetahuan dan perilaku yang baik. Kondisi ini berpotensi mendukung keberhasilan pengobatan serta upaya pencegahan penularan TB paru di masyarakat. Disarankan perlu terus dilakukan upaya peningkatan kegiatan promosi kesehatan, penyuluhan, dan konseling tentang TB paru secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-06-17