Kondisi Fisik Rumah Penderita ISPA di Kelurahan Oesao Kabupaten Kupang

Authors

  • Olga Dukabain Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Maria Viviana Eba Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Ragu Theodolfi

Keywords:

ISPA, Kondisi Fisik, Lingkungan, Rumah

Abstract

Kondisi fisik rumah merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kasus ISPA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi lantai, dinding, ventilasi, kepadatan hunian, suhu, kelembaban, pencahayaan di rumah penderita ISPA di Kelurahan Oesao. Jenis penelitian deskriptif. Variabel penelitian kondisi lantai, dinding, ventilasi, kepadatan hunian, suhu, kelembaban, pencahayaan. Populasi penelitian seluruh penderita ISPA sebanyak 905 kasus, dengan sampel 75 rumah penderita ISPA. Teknik pengambilan sampel convenience/accidental sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, checklist, pengukuran langsung di lapangan. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan Permenkes No 2 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan kondisi lantai rumah 72% tidak memenuhi syarat yaitu tidak kedap air, tidak halus, retak dan menyerap debu. Kondisi dinding 83% tidak memenuhi syarat yaitu dindingnya tidak kedap air, tidak rata, tidak halus, retak dan menyerap debu. Ventilasi rumah 100% memenuhi syarat. Kepadatan hunian 37% tidak memenuhi syarat yaitu tidak sesuai dengan standar 9m2/orang. Suhu 28% tidak memenuhi syarat dikarenakan tidak sesuai dengan standar suhu 18-30°C. Kelembaban 35% tidak memenuhi syarat yaitu tidak sesuai dengan standar kelembaban 40-60%RH. Pencahayaan 48% tidak memenuhi syarat yaitu tidak sesuai dengan standar yaitu minimal 60 lux. Kesimpulan hasil penelitian, kondisi fisik rumah penderita ISPA yang memenuhi syarat kesehatan sebesar 57%.  Disarankan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan rumah, memperbaiki kondisi fisik rumah yang belum memenuhi syarat serta rutin membuka ventilasi agar pencahayaan, suhu,dan kelembaban rumah tetap baik.

Downloads

Published

2026-06-25