Studi kasus Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Ruangan Perawatan Khusus (RPK) RSUD Ende
pdf (Bahasa Indonesia)

Keywords

Asuhan Keperawatan
Tuberkulosis Paru

How to Cite

rifatunnisa. (2025). Studi kasus Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Ruangan Perawatan Khusus (RPK) RSUD Ende. Kelimutu Nursing Journal, 4(2), 21–34. https://doi.org/10.31965/knj.v4i2.2292

Abstract

Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobakterium tuberculoisis yang penyebarannya melalui udara. Tuberkulosis adalah salah satu penyebab utama kematian sehingga perlu dilakukan program penanggulangan tuberkulosis secara berkesinambungan. Estimasi jumlah orang terdiagnosis tuberkulosis TBC pada tahun 2023 secara global sebanyak 8,2 juta kasus. Tujuan studi kasus penulis mampu menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis tuberkulosis paru di RSUD Ende. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Hasil studi kasus pada Tn. A.P ditemukan data: sesak napas, batuk >2 minggu disertai dahak berwarna kuning kental dan sulit dikeluarkan, mual, muntah, keringat tanpa aktivitas, demam sesekali, nafsu makan menurun, berat badan menurun, terdengar suara napas wheezing dan ronchi, pada pemeriksaan sputum ditemukan bakteri Mycobakterium tuberculosis. Masalah keperawatan yang muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan napas, pola napas tidaka efektif berhubungan dengan hamabatan upaya napas, defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis (keengganan untuk makan), gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol, ketidakpatuhan berhubungan dengan program terapi lama, resiko penyebaran infeksi berhubungan dengan peningkatan paparan organisme patogen lingkungan. Intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan masalah keperawatan. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan hasil evaluasi ditemukan masalah sebagian teratasi. Disimpulkan bahwa kasus Tn. A.P terdapat kesenjangan antara teori dan kasus yaitu batuk berdarah dan nyeri dada tidak ditemukan. Oleh karena itu tuberkulosis paru sebaiknya patuh terhadap pengobatan serta berbagai upaya pencegahan yang telah diajarkan kepada pasien maupun keluarga.

https://doi.org/10.31965/knj.v4i2.2292
pdf (Bahasa Indonesia)

References

Artama, S., Sekunda, M. S., & Rif’atunnisa. (2024). Karakteristik Dan Perilaku Penderita Tuberkulosis Paru Dalam Praktik Pencegahan Penularan Penyakit Tuberkulosis Paru. 17(2), 48–57. file:///C:/Users/acer/Downloads/4098-11366-1-PB (1) (2).pdf

Badan pusat statistik provinsi NTT. (2024). Badan pusat statistik provinsi ntt. https://ntt.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQ4NSMy/jumlah-kasus-penyakit-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-penyakit.html

CDC 2021. (2021). Core curriculum on tuberculosis : What the Clinician Should Know. Centers for Disease Control and Prevention National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD, and TB Prevention Division of Tuberculosis Elimination, 8–100. http://www.cdc.gov/tb.

Erna Safitri, Wada Islami, Sela Safitri, Ade Rahma Azizah, Mulia Utari, Intan Safitri, & Maulidar Maulidar. (2025). Peran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis Melalui Implementasi Cekoran Bu Titik (Cegah Resiko Penularan Melalui Batuk Efektif Dan Etika Batuk). Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 4(1), 549–562. https://doi.org/10.55606/jurrikes.v4i1.4981

Ernawatyningsih, E., Purwanta, & Subekti, H. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan berobat pada penderita tuberkulosis paru (Factors Affecting Incompliance With Medication Among Lung Tuberculosis Patirnts). Berita Kedokteran Masyarakat, 25(3), 117–124. https://journal.ugm.ac.id/bkm/article/view/3558.

Hidayat, U. A. R. (2024). Asuhan keperawatan pada Tn.A dengan tuberculosis paru di ruang isolasi RSUD bangkinang TB paru merupakan penyakit kronis menular yang sering kambuh, biasanya disebabkan oleh bakteri mikobakterium yang menyerang paru-paru. Berdasarkan data dari Rumah Sakit. Excellent Health Journal, 3(2), 370–377. https://excellent-health.id/index.php/excellent/article/download/57/59

Kemenkes RI. (2024). Global tuberculosis report 2024 (M. E. Sulistyo, SKM & S. Amelia Yuri Kalinda (eds.)). Kementerian Kesehatan RI. https://www.who.int/teams/global-tuberculosis-programme/tb-reports/global-tuberculosis-report-2024

Kemenkes RI, 2023. (2023). Laporan program penanggulangan tuberkulosis tahun 2022. Kemenkes RI, 1–147. https://tbindonesia.or.id/pustaka_tbc/laporan-tahunan-program-tbc-2021/

Maisyarah, Athosra, Satria, E. B., Fatma, F., Apriliani, C., & Suwito, A. (2024). Penyuluhan pencegahan penyakit tuberkulosis pada masyarakat jorong sungai lansek nagari tungkar kecamatan situjuh limo nagari kabupaten lima putuh kota. 4(3), 258–267. https://ojs.fdk.ac.id/index.php/ESJ/article/download/2852/pdf

Maulana, A. P., Delani, S., Ardiansyah, A., Agusman, R., & Handawati, R. (2024). Analisis autokorelasi global dan lokal tuberkulosis paru di provinsi nusa tenggara timur. Jurnal Kesehatan Vokasional, 9(2), 99–114. https://doi.org/10.22146/jkesvo.92819

Mediarti, D., Syokumawena, S., & Nur Alifah, J. S. (2023). Latihan batuk efektif pasien tuberkulosis paru dengan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif. JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka, 3(1), 1–7. https://doi.org/10.36086/jkm.v3i1.1558

Mediarti, D., Syokumawena, S., & Prihartini, D. (2024). Implementasi keperawatan dengan masalah defisit nutrisi pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(2), 1531. https://doi.org/10.33087/jiubj.v24i2.5375

Muzaki, A., & Pritania, C. (2022). Penerapan pemberian terapi oksigen dan posisi semi fowler dalam mengatasi masalah pola napas tidak efektif di igd. 20(1), 105–123. https://jurnal.spp.ac.id/index.php/nsj/article/view/143

Pasaribu, G. F., Handini, M. C., Manurung, J., Manurung, K., Sembiring, R., & Siagian, M. T. (2023). Ketidakpatuhan minum obat pada pasien TB paru. Jurnal Prima Medika Sains, 5(1), 48–56. https://doi.org/10.34012/jpms.v5i1.3788

Regina, B. D. (2025). Asuhan keperawatan pada sistem pernafasan berdasarkan SDKI SLKI dan SIKI (Afik Fathur Rahman&Adil Fathur Qohar (ed.); Pertama). PT. Penerbit Qriset Indonesia.

Rif’atunnisa, Bedho, M., & Woga, R. (2024). Pengaruh suplementasi Propilis teknologi nano bagi penderita tuberkulosis di RSUD Ende. 3(1), 267–272. https://jurnal.poltekkeskupang.ac.id/index.php/KNJ/article/view/1588

Rizki, I. L. M. Z. (2024). Literature review: faktor risiko lingkungan kejadian tuberkulosis. Journal of Public Health Innovation, 4(02), 476–483. https://doi.org/10.34305/jphi.v4i02.1097

Sangadji, F. (2024). Buku ajar keperawatan medikal bedah 1 (D. S. S. Jidan (ed.); Pertama). Mahakarya Citra Utama.

Sari, G. K., Sarifuddin, & Setyawati, T. (2022). Tuberkulosis paru post wodec pleural efusion: laporan kasus pulmonary tuberculosis post wodec pleural effusion: case report. Jurnal Medical Profession, 4(2), 174–182. https://jurnal.fk.untad.ac.id/index.php/medpro/article/view/761

PPNI. (2016). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia

PPNI. (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia

PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2025 Kelimutu Nursing Journal