Pendekatan Holistik untuk Meningkat Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Ende
PDF

Kata Kunci

Pendekatan Holistik
Tuberkulosis Paru

Cara Mengutip

Paschalia, Y. . (2025). Pendekatan Holistik untuk Meningkat Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Ende. Kelimutu Nursing Journal, 4(2), 11–20. https://doi.org/10.31965/knj.v4i2.2283

Abstrak

Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian diseluruh dunia setelah HIV. Berdasarkan laporan WHO memperkirakan kasus tuberkulosis secara global sebanyak 10.600.000 kasus dengan angka kematian sebanyak 1.400.000 kasus. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas hidup Tn. MKE dengan diagnosa medis tuberkulosis paru di RPK RSUD Ende. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil pengkajian Tn. MKE ditemukan pasien mengatakan sedikit sesak, batuk berdahak warna kuning kental kadang berwarna kehijauan, yang kadang dapat dikeluarkan, kadang sulit dikeluarkan sejak ± 4 bulan. Nyeri dada bagian kanan saat batuk, demam naik turun + sudah satu bulan, pusing saat bangun dari tempat tidur, lemah, lemas. Nafsu makan menurun, mual, muntah, makan dalam sehari 5x, porsi yang dihabiskan hanya + 2-3 sendok, keringat dimalam hari tanpa melakukan aktivitas, BB sebelumnya : 60 kg. Aktivitas fisik dibantu oleh keluarga. Hb  6 gr/dl. Masalah keperawatan yang ditemukan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif; hipertermi; defisit nutrisi; perfusi perifer tidak efektif; intoleransi aktivitas; manajemen kesehatan tidak efektif. Setelah dilakukan perawatan dan pengobatan selama 3x24 jam diperoleh hasil bahwa bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian, hipertermia teratasi, defisit nutrisi teratasi sebagian, perfusi perifer tidak efektif teratasi, intoleransi aktivitas teratasi sebagian, manajemen kesehatan tidak efektif teratasi. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Disarankan kepada pasien dan keluarga agar mengikuti semua anjuran dari dokter dan perawat dengan tujuan untuk mempercepat proses penyembuhan pada pasien.

https://doi.org/10.31965/knj.v4i2.2283
PDF

Referensi

Ananda, B, dkk. (2025). Asuhan keperawatan pada sistem pernapasan berdasarkan SDKI, SIKI, Dan SLKI. Jawa Tengah: penerbit qriset Indonesia

Maghfiroh, I, dkk. (2024). Faktor risiko lingkungan kejadian tuberkulosis. journal of public health innovation. 4 (2), 477

Minarti, A, dkk. (2024). Pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan kader dalam deteksi dini penanggulangan TB Paru di kabupaten Bulukumba. Jurnal berita kesehatan. 17 (1):51

Mau, A, dkk. (2024). Skrining dan edukasi penyakit menular dan penyakit tidak menular pada masyarakat perdesaan. IJCD: Indonesia journal of community dedication, 2 (2), 173-174

Manurung, N, dkk. (2023). Tuberkulosis dan permasalahannya. Jakarta : Trans info media

Loya, S, dkk. (2024). Penerapan teknik sipiratual emotional breathing (SEB) sebagai metode dalam meningkatkan fungsi respirasi pada pasien tuberculosis paru. Journal well being. 9 (1)

Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia DPP PPNI, edisi 1 cetakan III (Revisi) 2018, Jakarta: Dewan Pengurus Pusat

Standar Intervensi Keperawatan Indonesia DPP PPNI, edisi 1 cetakan II 2018, Jakarta: Dewan Pengurus Pusat

Standar Luaran Keperawatan Indonesia DPP PPNI, edisi 1 cetakan III 2022, Jakarta: Dewan pengurus Pusat

Wibowo, A., Jamiko, A. W., & Sunarto. (2016). Upaya Penanganan Gangguan Bersihan Jalan Napas Pada Pasien Tuberkulosis Di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Universitas Muhammadiyah Surakarata.

Creative Commons License

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Hak Cipta (c) 2025 Kelimutu Nursing Journal