Abstrak
Tingginya prevalensi dan risiko komplikasi yang bisa terjadi pada penderita DM membuat pemerintah serta BPJS kesehatan merumuskan suatu Program Pelayanan Penyakit Kronis (PROLANIS) bagi penderita DM tipe 2 untuk pengendalian status glikemik dan faktor resiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pelaksanaan PROLANIS dengan kadar gula darah, HbA1c dan kolesterol penderita DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain descriptive correlational dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian 30 penderita DM tipe 2 yang mengikuti PROLANIS di Puskesmas Mangasa Kota Makassar dengan teknik pengambilan sampel secara puposive sampling. Hasil penelitian ditemukan rata-rata nilai pelaksanaan PROLANIS 15,05 (±SD 5,62), GDP 191,80 mg/dl (±SD 85,15), dan kadar kolesterol total 192,87 mg/dl (±SD 45,07). Melalui uji spearman’s rho diperoleh data bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan PROLANIS dengan GDP (p= 0,001) dan kolesterol total (p=0,029). Pelaksanaan PROLANIS yang maksimal sangat efektif untuk mengontrol kadar gula darah kadar kolestrol total pada penderita DM tipe 2. sehingga sebaiknya PROLANIS yang saat ini telah diprogramkan oleh pemerintah di setiap puskesmas dan fasilitas pelayanan tingkat primer ditingkatkan dan pelaksanaannya.
Referensi
Agustina, R., & Widayati, A. (2021). Hubungan kepatuhan mengikuti kegiatan Prolanis dengan kestabilan glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 112-120. https://doi.org/10.7454/jki.v24i2.215
BPJS Kesehatan. (2015). Panduan Praktis Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
Cahyono, B., & Fitriani, N. (2020). Pengaruh senam Prolanis terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada pasien DM tipe 2. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 8(3), 234-241.
Darmawan, A., & Kusuma, H. (2023). Efektivitas program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan dalam mengontrol HbA1c pasien DM tipe 2. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(1), 34-41.
Dinkes Kota Makassar. (2022). Profil Kesehatan Kota Makassar. Makassar: Dinkes Kota Makassar.
Dinkes Kota Makassar. (2023). Profil Kesehatan Kota Makassar. Makassar: Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Dinkes Provinsi Sul-Sel. (2023). Profil Kesehatan Pemerintah Provinsi Sul-Sel. Sulawesi Selatan: Dinkes Pemprov Sul-Sel.
Handayani, S., & Purnamasari, D. (2023). Peran dukungan keluarga dalam meningkatkan keaktifan lansia DM tipe 2 untuk mencegah komplikasi makrovaskular pada kegiatan Prolanis. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Keluarga, 8(2), 90-98.
International Diabetes Federation. (2011). Diabetes Evidence Demands Real Action From The Un Summit On Non-Communicable Diseases. Retrieved Januari 16, 2016, from www.idf.org: www.idf.org/diabetes-evidence-demands-real action-un-summit-non-communicable-diseases
Irawan, B., & Wibowo, A. (2021). Kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengikuti Prolanis secara aktif di Puskesmas Kota Bandung. Majalah Kedokteran Bandung, 53(3), 150-157.
Jannah, M., & Kurniawan, F. (2024). Hubungan aktivitas fisik senam Prolanis dengan penurunan risiko komplikasi kardiovaskular pada diabetes melitus. Jurnal Olahraga dan Kesehatan Keperawatan, 11(2), 65-74.
Kartika, R., & Wijaya, S. (2022). Profil lipid dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan dan tanpa komplikasi yang mengikuti Prolanis. Jurnal Biomedik, 14(1), 40-48.
Normila, N., & Hasanah, U. (2025). Rasionalitas penggunaan obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 peserta Prolanis di Puskesmas. Journal of Islamic Pharmacy, 10(1), 45-52.
Puskesmas Mangasa Kota Makassar. (2024). Laporan Rekam Medik Puskesmas. Makassar: Puskesmas Mangasa.
Putri, A. M., & Puspitasari, R. (2024). Literature review: Hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan efektivitas pengendalian glukosa darah pada penderita DM tipe 2 di Prolanis. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 4529-4540.
Rifqi, F. I., & Andalas, M. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet dan kestabilan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Kesehatan Andalas, 14(1), 12-21.
Susanti, R., & Wulandari, A. (2021). Efektivitas layanan konseling farmasi pada pasien diabetes melitus tipe 2 peserta Prolanis terhadap kontrol glikemik. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), 102-110.
Widiastuti, A., & Hermawan, D. (2024). Peran keaktifan Prolanis dalam menurunkan progresi komplikasi makrovaskular pada pasien diabetes melitus tipe 2. Medika Kartika Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 7(1), 20-28

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Kelimutu Nursing Journal
