Kualitas Tidur Mahasiswa Kedokteran Menurut Karakteristik Demografis Dan Angkatan Akademik
DOI:
https://doi.org/10.31965/jks.v5i1.2700Keywords:
Angkatan akdemik, Kualitas tidur, Mahasiswa kedokteran, PSQIAbstract
Masalah tidur ditemukan cukup luas pada mahasiswa kedokteran, namun distribusinya dapat berbeda antarkelompok mahasiswa. Analisis sekunder ini dilakukan untuk mengidentifikasi distribusi tingkat keparahan kualitas tidur menurut jenis kelamin, usia, dan tahun angkatan, suatu aspek yang belum dianalisis dalam penelitian primer. Data berasal dari 92 mahasiswa aktif Program Studi S1 Pendidikan Dokter yang mengikuti penelitian potong lintang tahun 2026 melalui consecutive sampling. Kualitas tidur dinilai dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan, sesuai definisi operasional penelitian primer, dikelompokkan menjadi baik (skor 0-4), buruk (5-10), dan sangat buruk (11-21). Dugaan awal penelitian adalah adanya hubungan antara tahun angkatan dan tingkat kualitas tidur. Data dianalisis secara deskriptif dengan uji Mann-Whitney, korelasi Rank Spearman, serta Fisher exact dan odds ratio sebagai analisis eksploratif. Sebanyak 82 mahasiswa (89,1%) termasuk kategori kualitas tidur buruk atau sangat buruk. Durasi tidur 5-6 jam dialami 40,2% responden dan 22,8% tidur kurang dari 5 jam per malam. Tahun angkatan menunjukkan korelasi positif lemah dengan tingkat kualitas tidur (r_s=0,223; p=0,033), sedangkan usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kualitas tidur sangat buruk ditemukan pada 25,6% mahasiswa angkatan 2024-2025 dan 5,7% angkatan 2022-2023; odds pada kelompok angkatan yang lebih baru sebesar 5,75 (95% CI 1,46-22,59; p=0,013). Pada sampel ini, tahun angkatan lebih menonjol dibandingkan usia dan jenis kelamin sebagai penanda kelompok dengan kualitas tidur sangat buruk.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Sumba (JKS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


