Kualitas Tidur Mahasiswa Kedokteran Menurut Karakteristik Demografis Dan Angkatan Akademik

Authors

  • Nanda Fadhilah Witris Salamy Program Studi S1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya; Jl. Raya Jemursari No. 51-57, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
  • Aditya Thoriq Ilhami Program Studi S1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya; Jl. Raya Jemursari No. 51-57, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
  • Nur Sophia Matin Program Studi S1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya; Jl. Raya Jemursari No. 51-57, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31965/jks.v5i1.2700

Keywords:

Angkatan akdemik, Kualitas tidur, Mahasiswa kedokteran, PSQI

Abstract

Masalah tidur ditemukan cukup luas pada mahasiswa kedokteran, namun distribusinya dapat berbeda antarkelompok mahasiswa. Analisis sekunder ini dilakukan untuk mengidentifikasi distribusi tingkat keparahan kualitas tidur menurut jenis kelamin, usia, dan tahun angkatan, suatu aspek yang belum dianalisis dalam penelitian primer. Data berasal dari 92 mahasiswa aktif Program Studi S1 Pendidikan Dokter yang mengikuti penelitian potong lintang tahun 2026 melalui consecutive sampling. Kualitas tidur dinilai dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan, sesuai definisi operasional penelitian primer, dikelompokkan menjadi baik (skor 0-4), buruk (5-10), dan sangat buruk (11-21). Dugaan awal penelitian adalah adanya hubungan antara tahun angkatan dan tingkat kualitas tidur. Data dianalisis secara deskriptif dengan uji Mann-Whitney, korelasi Rank Spearman, serta Fisher exact dan odds ratio sebagai analisis eksploratif. Sebanyak 82 mahasiswa (89,1%) termasuk kategori kualitas tidur buruk atau sangat buruk. Durasi tidur 5-6 jam dialami 40,2% responden dan 22,8% tidur kurang dari 5 jam per malam. Tahun angkatan menunjukkan korelasi positif lemah dengan tingkat kualitas tidur (r_s=0,223; p=0,033), sedangkan usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kualitas tidur sangat buruk ditemukan pada 25,6% mahasiswa angkatan 2024-2025 dan 5,7% angkatan 2022-2023; odds pada kelompok angkatan yang lebih baru sebesar 5,75 (95% CI 1,46-22,59; p=0,013). Pada sampel ini, tahun angkatan lebih menonjol dibandingkan usia dan jenis kelamin sebagai penanda kelompok dengan kualitas tidur sangat buruk.

Downloads

Published

2026-07-30

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.