Penerapan Teknik Mindfulness pada Pasien dengan Ansietas: Studi Kasus dalam Keperawatan Jiwa

Authors

  • Devita L Dapa Tewo Prodi Keperawatan Waikabubak, Poltekkes Kemenkes Kupang, Nusa Tenggara Timur
  • Uly Agustine Prodi Keperawatan Waikabubak, Poltekkes Kemenkes Kupang, Nusa Tenggara Timur https://orcid.org/0000-0003-2879-5733
  • Petrus Belarminus Prodi Keperawatan Waikabubak, Poltekkes Kemenkes Kupang, Nusa Tenggara Timur

DOI:

https://doi.org/10.31965/jks.v5i1.2594

Keywords:

ansietas, gangguan jiwa, mindfulness, keperawatan jiwa

Abstract

Latar Belakang: Ansietas merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang cukup sering ditemukan pada individu dengan gangguan jiwa. Kondisi ini dapat memengaruhi aspek fisik, psikologis, emosional, maupun kemampuan individu dalam menjalankan fungsi sosial. Terbatasnya informasi mengenai kondisi ansietas secara khusus di Kabupaten Sumba Barat menjadi dasar penting untuk mengembangkan intervensi keperawatan jiwa yang tepat dan efektif. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah teknik mindfulness, yaitu latihan yang membantu individu meningkatkan kesadaran terhadap pengalaman yang sedang berlangsung dengan sikap menerima dan tidak memberikan penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik mindfulness pada pasien gangguan jiwa yang mengalami ansietas di Puskesmas Puu Weri, Kabupaten Sumba Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif dengan melibatkan dua pasien gangguan jiwa yang mengalami ansietas. Intervensi teknik mindfulness dilaksanakan selama tiga hari dalam tiga sesi keperawatan, yang meliputi pengkajian tingkat ansietas, komunikasi terapeutik, edukasi kesehatan, serta latihan mindfulness melalui pernapasan sadar (mindful breathing) dan pemusatan perhatian. Hasil: Setelah dilakukan intervensi selama tiga hari, terdapat penurunan tingkat ansietas berdasarkan skor Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Pada pasien pertama, skor HARS menurun dari 25 menjadi 20, sedangkan pada pasien kedua menurun dari 34 menjadi 28. Secara klinis, kedua pasien menunjukkan penurunan gejala berupa kegelisahan, ketegangan, dan kekhawatiran, serta tampak lebih rileks dan mampu mengendalikan respons emosional setelah mengikuti latihan mindfulness. Kesimpulan: Penerapan teknik mindfulness selama tiga hari menunjukkan adanya penurunan tingkat ansietas pada kedua pasien berdasarkan skor HARS dan perubahan kondisi klinis yang diamati. Teknik mindfulness dapat digunakan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam membantu mengurangi gejala ansietas pada pasien gangguan jiwa dan dapat diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat primer.

Downloads

Published

2026-10-26

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.