Penggunaan Storytelling sebagai Terapi Bermain terhadap Tingkat Kecemasan Hospitalisasi Anak Usia Prasekolah (3–6 Tahun)
DOI:
https://doi.org/10.31965/jks.v5i1.2793Keywords:
Storytelling, Terapi bermain, Kecemasan hospitalisasi, Anak prasekolahAbstract
Hospitalisasi pada anak usia prasekolah dapat menimbulkan kecemasan karena anak harus beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit, prosedur medis, dan perpisahan dengan lingkungan bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan storytelling sebagai terapi bermain dalam upaya menurunkan tingkat kecemasan hospitalisasi anak usia prasekolah (3–6 tahun) di Ruang Arimbi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Hospitalization Anxiety Scale Based on Parent Perception. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari–Maret 2026. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi, persentase tertinggi responden mengalami kecemasan berat sebesar 56,7%, sedangkan setelah diberikan intervensi storytelling tingkat kecemasan menurun menjadi kecemasan ringan sebesar (56,7%). Rata-rata skor kecemasan menurun dari 36,37 menjadi 24,23. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 sehingga tingkat kecemasan hospitalisasi anak mengalami penurunan setelah diberikan storytelling. Storytelling sebagai terapi nonfarmakologis perlu diterapkan dan dikembangkan secara konsisten melalui kolaborasi dengan keluarga atau orang tua sesuai dengan kondisi anak yang menjalani hospitalisasi.Downloads
Published
2026-10-31
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Sumba (JKS)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


