Pelaksanaan Relaksasi Napas Dalam dengan Meniup Baling-Baling pada Anak Post Operasi: Case Study

Authors

  • Suci Nurjanah Prodi Diploma Tiga Keperawatan, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Indramayu, Indramayu, Jawa Barat, Indonesia
  • Hema Siti Rahayu Program Studi DIII Keperawatan, Akademi Keperawatan Fatmawati Jakarta, Indonesia
  • Selvia Heryanto Program Studi DIII Keperawatan, Akademi Keperawatan Fatmawati Jakarta, Indonesia
  • Berlian Kusuma Dewi Prodi Diploma Tiga Keperawatan, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Indramayu, Indramayu, Jawa Barat, Indonesia
  • Sari Artauli Lumban Touruan Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Indramayu, Jawa Barat Indonesia
  • Gilar Wsnu Hardi Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Indramayu, Jawa Barat Indonesia
  • Winani Prodi Diploma Tiga Keperawatan, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Indramayu, Indramayu, Jawa Barat, Indonesia
  • Bachtiar Effendi Prodi Diploma Tiga Keperawatan, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Indramayu, Indramayu, Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31965/jks.v5i1.2684

Keywords:

Anak, Nyeri, Post operasi, Relaksasi nafas dalam, Baling-baling

Abstract

Latar Belakang: Nyeri pasca operasi merupakan salah satu masalah yang paling sering dialami anak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk membantu menurunkan intensitas nyeri. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah relaksasi napas dalam melalui permainan meniup baling-baling. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan teknik relaksasi napas dalam dengan meniup baling-baling dalam menurunkan nyeri pada anak post operasi. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus terhadap dua anak post operasi yang dirawat di RSUP Fatmawati Jakarta. Intensitas nyeri diukur menggunakan Face, Legs, Activity, Cry, Consolability (FLACC). Intervensi dilakukan selama lima menit menggunakan media baling-baling dan observasi dilakukan sebelum, selama, dan setelah intervensi. Hasil: Kedua subjek menunjukkan perubahan skor nyeri setelah dilakukan relaksasi napas dalam dengan meniup baling-baling. Pada Subjek I, skor Face, Legs, Activity, Cry, Consolability (FLACC) menurun dari 6 sebelum intervensi menjadi 5 selama intervensi dan 3 setelah intervensi. Pada Subjek II, skor FLACC sebesar 7 sebelum intervensi, tetap 7 selama intervensi, kemudian menurun menjadi 5 setelah intervensi. Selain perubahan skor FLACC, kedua anak tampak lebih tenang, lebih kooperatif, dan lebih mudah dialihkan perhatiannya dari sensasi nyeri. Kesimpulan: Relaksasi napas dalam melalui permainan meniup baling-baling berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk membantu menurunkan nyeri pada anak post operasi.

Downloads

Published

2026-07-30

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.